Kamis, 29 Januari 2026

LESTRAIKAN BUDAYA MINANG DENGAN SILAT TRADISI


Budaya merupakan sebuah kebiasaan baik yang menjadi acuan dalam tatanan bermasyarakat dilahirkan dari orang orang yang senantiasa ingin akan adanya kebaikan dan keserasian dalam menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat, kebudayaan yang berkembang di berbagai daerah yang ada di provinsi Sumatera Barat sesuai dengan langgam daerah namun secara umum di semua daerah  sama walau ragamnya saja yang sedikit berbeda, seperti budaya dalam bentuk seni, tradisi dan juga pelaksanaan agama, yang semuanya itu ada unsur penanaman nilai karakter dan nilai pendidikan

salah satu dari tradisi yang berkembang dulunya adalah silat, di mana silat tersebut menjadi tempat melatih fisik dalam bentuk gerak  melatih kekuatan fisik mereka jauh dari pada itu silat juga melatih kemampuan berfikir dan mengolah rasa akhirnya terbentuklah karakter masyarakat minang  raso pareso, (raso di baok naik pareso di baok turun) pepatah ini menjadi salah satu kekuatan bagi pesilat dalam. beraktivitas pada kehidupan sehari hari.

kemudian juga silat ini menjadi salah satu bekal bagi masyarakat minang pergi merantau, sebelum mereka mampu melatih diri, secara lahir dan bathin maka belum di izinkan untuk pergi merantau, penanaman tradisi ini dilaksanakan oleh orang tua atau ninik mamak dikampung agar anak kemenakan mereka di rantau akan bisa jalani aktifitas dengan baik  agar berhasil mencapai kehidupan lebih baik. 

namun seiring berjalannya waktu silat tradisi ini mulai memudar di semua daerah yang ada di Sumatera Barat, ini terjadi karena beberapa hal, pertama, berkembang nya teknologi yang merambah sampai ke rumah dan kesemua. lapisan masyarakat,  tua, muda, remaja dan anak anak semua sudah pegang teknologi di tangannya dalam bentuk Handphone (HP), sehingga mereka sudah merasa dengan HP tersebut sudah bisa lakukan semua hal dalam kehidupan dan lupa bahwa ilmu dan karakter itu penting untuk menjadi manusia sebagai makhluk sosial. Kedua, sulitnya mencari guru silat karena satu sisi mereka harusenuhi kebutuhan hidupnya satu sisi yang mau diajarkan peminatnya sudah sangat kurang sekali, Ketiga banyaknya Olah raga bela diri yang mudah dan cepat dipahami oleh anak anak apalagi banyak film yang mempertontonkan seni bela diri yang berasal dari negara lain, seperti taekwondo, karate, tarung drajat, sementara bela diri silat yang berkembang juga hanya silat untuk dipertandingkan, (sekedar menangkis dan mengelak saja). keempat kurangnya suport dari pemerintah untuk melestarikan budaya terutama silat tradisi yang sebelumnya menjadi kebudayaan bagi para remaja untuk. menempa diri mereka secara fisik maupun secara rohani. 

berangkat dari hal. hal itu pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Vasco Rusaimy,  kembali menggerakkan  Silat Tradisi menjadi warisan budaya lokal yang  perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda minang, maka silat tradisi menjadi ekskul wajib di semua sekolah SMA DAN SMK Negeri maupun swasta  di Sumatera Barat. 

keseriusan wakil gubernur untuk melestarikan silat tradisi maka melalui dinas pendidikan Provinsi Sumatera maka pada hari Sabtu 24 Januari 2025 di halaman kantor Gubernur dilaksanakan lounching silat tradisi menjadi eskul wajib di sekolah SMA dan SMK se Sumatera Barat, Lounching silat tradisi ini di buka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Rusaimy yang dihadiri oleh Drs. Muhidi MM selaku Ketua DPRD Provinsi Sumatera barat serta Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat serta kepala Cabang dinas  Wilayah 2 dan kepala SMA dan SMK, SLB negeri dan swasta Se kota Padang.  Pada lounching tersebut  Wakil Gubernur mengajak generasi muda minang kembali mengasah dan menempa diri mereka dengan belajar silat tradisi di sekolah, agar karakter minang tetap terjaga dan menjadi jati diri orang minang.

Semoga niat pemerintah provinsi Sumatera Barat terwujud untuk melestarikan silat tradisi Minang demi masa depan anak kemanakan di masa akan datang, (Rahata)